Siapa Saya Bagimu

by Regina

life-coach1Kian kemari, kian sering saya bertanya siapa saya sebenarnya bagimu. Kamu adalah teman spesial, katamu. Entah apa maksudmu. Tapi saya terima saja katamu itu. Teman spesial masih jauh lebih baik dibandingkan bukan siapa-siapa.

Entahlah… Apakah saya benar-benar ingin menjadi teman spesialmu? Sungguh, akal sehat saya belakangan ini sering tidak berfungsi sebagaimana biasanya. Mungkin memang sebaiknya itulah saya bagimu.

Seandainya, seandainya ada kesempatan saya bisa menjadi lebih dari sekedar teman, lebih dari spesial bagimu, akankah saya menginginkannya? Lagi-lagi saya tidak tahu. Saat ini saya tidak tahu lagi apa yang saya inginkan.

Satu yang saya tahu, saya tidak akan lagi meminta hatimu. Kamu membuat segalanya jelas, bahwa kamu tidak bisa memberikan hatimu sekarang. Mungkin nanti. Maka saya pun tak akan memintanya, sekarang ataupun nanti.

Biarlah saya menjadi teman spesialmu… selalu, selamanya. Saya mungkin belum rela. Tapi biarlah seperti itu. Karena mungkin takdir hanya menetapkan kita sampai di situ saja.

Teman.

Spesial.

Tidak bisa lebih.

Tidak akan pernah.

Iklan