Rumah Regina

"Home is where the heart can laugh without shyness. Home is where the heart's tears can dry at their own pace."

Month: Mei, 2013

Melepas Harapan

ImageHidup tanpa harapan sama saja seperti mati. Begitu kata orang kepada saya. Saya bukannya tidak punya harapan sama sekali dalam diri. Saya masih punya itu. Hanya saja sekarang saya belajar untuk memilah mana harapan yang bisa saya pertahankan dan perjuangkan, dan mana yang harus saya kubur dalam-dalam.

Kamu. Adalah harapan yang tidak bisa saya pertahankan. Dengan berat hati harus saya kunci rapat dalam kotak pandora dan saya letakkan di tepian hati. Sewaktu-waktu akan saya buka demi untuk melihat kembali kenangan yang tersembunyi. Namun tiada lagi benih untuk menumbuhkan kembali harapan.

Saya belajar untuk melepas harapan tentangmu, sekaligus belajar untuk melepasmu juga. Saya belajar untuk berhenti menanti. Mungkin hanya itu satu-satunya cara, yang mungkin menyakitkan bagi saya, juga kamu. Tapi itu demi kebebasanmu. Dengan begitu saya akan berhenti menyiksamu, tidak lagi menyudutkanmu dengan tuntutan, atau menempatkanmu pada posisi yang serba salah.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Siapa Saya Bagimu

life-coach1Kian kemari, kian sering saya bertanya siapa saya sebenarnya bagimu. Kamu adalah teman spesial, katamu. Entah apa maksudmu. Tapi saya terima saja katamu itu. Teman spesial masih jauh lebih baik dibandingkan bukan siapa-siapa.

Entahlah… Apakah saya benar-benar ingin menjadi teman spesialmu? Sungguh, akal sehat saya belakangan ini sering tidak berfungsi sebagaimana biasanya. Mungkin memang sebaiknya itulah saya bagimu.

Seandainya, seandainya ada kesempatan saya bisa menjadi lebih dari sekedar teman, lebih dari spesial bagimu, akankah saya menginginkannya? Lagi-lagi saya tidak tahu. Saat ini saya tidak tahu lagi apa yang saya inginkan.

Satu yang saya tahu, saya tidak akan lagi meminta hatimu. Kamu membuat segalanya jelas, bahwa kamu tidak bisa memberikan hatimu sekarang. Mungkin nanti. Maka saya pun tak akan memintanya, sekarang ataupun nanti.

Biarlah saya menjadi teman spesialmu… selalu, selamanya. Saya mungkin belum rela. Tapi biarlah seperti itu. Karena mungkin takdir hanya menetapkan kita sampai di situ saja.

Teman.

Spesial.

Tidak bisa lebih.

Tidak akan pernah.