Welcome 2012

by Regina

Pukul 12 tepat. Langit seketika berubah terang benderang, dipenuhi berbagai warna cerah di segala penjuru. Udara dipenuhi bau belerang yang menyesakkan, namun mampu menyisipkan rasa haru ke dalam paru-paru. Di kejauhan, samar terdengar bunyi lonceng gereja yang didentangkan sebanyak 100 kali (entahlah, saya tidak pernah menghitungnya.) Juga suara sebuah kapal yang membunyikan klaksonnya (eh, kapal punya klakson ya?)

Malam pergantian tahun selalu berlangsung dengan cara yang sama; suara petasan, warna-warni kembang api, musik yang berdentam-dentam dari pengeras suara yang dipasang di jalan-jalan, dan orang-orang yang teler hingga pagi. Dan bagi saya dan keluarga, pergantian tahun juga selalu dirayakan dengan cara yang sama, yaitu tinggal di rumah, menonton orang-orang menyalakan kembang api – yang menurut orang tua saya adalah cara tepat menghabiskan uang dengan membakarnya, salam-salaman, lalu tidur. Lagipula, membayangkan bakal terjebak macet selama berjam-jam membuat ide untuk tinggal di rumah jadi terdengar sangat, sangat menyenangkan.

Di antara hingar bingar malam pergantian tahun, saya menyempatkan diri untuk sedikit merenung semua hal-hal yang terjadi di tahun 2011. Boleh dibilang tahun 2011 kemarin merupakan tahun yang cukup berat untuk saya dan keluarga. Bahkan masih ada tersisa satu-dua masalah yang belum selesai di tahun lalu, yang masih terus dibawa hingga saat ini. Meski begitu, tetap bersyukur untuk semua berkah di tahun lalu dan terus semangat menjalani hari-hari di tahun ini.

Tahun yang baru berarti awal yang baru bagi saya (dan semua orang.) Perubahan ke arah yang lebih baik mungkin sangat dibutuhkan untuk tahun ini. Meninggalkan tahun 2011 bukan berarti melupakan segalanya, namun tetap mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap kejadian di masa lalu.

Tahun baru juga erat hubungannya dengan resolusi. Oleh karena itu, resolusi saya untuk tahun ini yaitu menulis setidaknya seminggu sekali. Di kehidupan nyata, fleksibilitas waktu kerja saya – yang artinya ketidakjelasan mengenai waktu mulai dan selesai bekerja – membuat kegiatan menulis seminggu sekali menjadi satu kegiatan tetap yang bisa saya lakukan. Oia, resolusi tahun lalu ternyata berhasil dicapai: minimal ada satu postingan setiap bulan. Selama tahun 2011, tidak ada satu bulan pun yang terlewatkan. Coba kalian lihat di bagian arsip saya. Pamer sedikit tak masalah, ya kan? Hehehe…

Dan tidak lupa juga saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru untuk teman-teman semua. (Agak sedikit terlambat, tapi mending daripada tidak sama sekali, bukan?) πŸ˜€

Iklan