Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya

by Regina

Sudah berselang beberapa waktu lamanya sejak terakhir kali saya menyelesaikan membaca sebuah buku. Kali ini saya akhirnya menyelesaikan buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya, setelah bukunya kelamaan nangkring di atas meja kamar.

Mungkin agak sedikit ketinggalan membaca buku ini – apalagi menuliskan resensinya, secara buku yang saya baca ini sudah merupakan edisi cetakan yang ke-9 (Februari 2010). Tapi tidak mengapa. Hitung-hitung menambah koleksi tulisan resensi saya di blog ini, ya toh? Hehehe….

“Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya” merupakan sebuah buku yang berisi 108 cerita pendek, berupa kisah yang berasal dari pengalaman Ajahn Brahm sendiri maupun pengalaman orang lain. Si Cacing, dalam buku ini, diibaratkan kita-kita manusia; kotoran diibaratkan nikmat kehidupan dunia gemerlap nanfana. Oleh karenanya, 108 kisah dalam buku ini merupakan kisah-kisah yang sering terjadi dalam kehidupan, juga kisah-kisah yang menyentuh, menggelikan dan mencerahkan, yang tentu saja ditulis dalam bentuk cerita yang sederhana.

108 cerita dalam buku ini dibagi dalam 11 kategori, yaitu:

  1. Kesempurnaan dan Kesalahan
  2. Cinta dan Komitmen
  3. Rasa Takut dan Rasa Sakit
  4. Kemarahan dan Pemaafan
  5. Menciptakan Kebahagiaan
  6. Masalah Kritis dan Pemecahannya
  7. Kebijaksanaan dan Keheningan Batin
  8. Pikiran dan Realita
  9. Nilai-nilai dan Kehidupan Spiritual
  10. Kebebasan dan Kerendahan Hati
  11. Penderitaan dan Pelepasan

Bagi saya pribadi, kisah beserta pesan yang tersirat di dalam buku ini tidak hanya menyentuh, menggelikan dan mencerahkan, namun juga mampu memberikan tamparan yang cukup telak. Alasannya, karena saya akui saja bahwa saya ini seperti cacing yang terlalu terlena dengan kotorannya sendiri, hehe. Saya jadi tahu apa itu arti sebuah kesempurnaan, kebahagiaan, cinta, komitmen, memaafkan, dan banyak hal mengenai kehidupan yang lainnya.

Saat membaca bagian I dari buku ini, langsung saja saya kena tampar karena sebagai seorang yang mengaku perfeksionis, satu kesalahan kecil saja dapat membuat saya uring-uringan, susah tidur, dan semua perhatian saya hanya terfokus pada kesalahan yang saya buat. Ketika membuat kesalahan, saya melupakan bahwa ada banyak hal-hal lain yang telah saya lakukan dengan benar. Oleh karenanya, saya merasa ditampar karena terlalu tenggelam dalam kesalahan dan lupa untuk mengambil kebaikan dari kesalahan yang telah saya lakukan.

Masih ada banyak lagi cerita-cerita yang menjadi favorit saya dalam buku ini karena menampar saya cukup keras, tepat di pipi kiri dan kanan. Hehehe…. Yang jelas, membaca buku ini membuat saya senyam-senyum sendiri karena ceritanya yang kocak atau mengangguk-anggukan kepala sambil berkata, “ah, iya ya,” karena ceritanya benar-benar mencerahkan.

Secara keseluruhan, tema yang diangkat dari semua kisah adalah mengenai hal-hal kecil dan mendasar dalam hidup, namun seringkali terlupakan bahwa betapa pentingnya hal-hal tersebut. Itu yang saya suka dari buku ini. Dan mungkin nanti saya akan menuliskan beberapa cerita yang menjadi favorit saya dan apa dampak ‘tamparannya’ terhadap diri saya setelah membacanya 😀

Iklan