Mimpi

by Regina

Kata orang, mimpi itu bunga tidur. Kata Wikipedia sih, mimpi adalah suksesi atau rangkaian gambar, ide, emosi, dan sensasi yang terjadi tanpa sengaja dalam pikiran selama tahap-tahap tertentu dari tidur.

Beberapa hari yang lalu, saya bermimpi tentang kakek dan nenek. Dalam mimpi itu, saya melihat kakek dan nenek sedang berdiri di hadapan saya dan tersenyum. Cukup mengherankan karena sebenarnya jarang sekali saya bermimpi tentang kakek dan nenek secara bersamaan. Biasanya saya hanya memimpikan salah satu di antara mereka.

Kalau ditilik dari arti mimpi menurut Wikipedia, mungkin mimpi saya itu bisa diartikan sebagai sebuah perasaan rindu terhadap kakek dan nenek. (Duh, kayaknya saya ngasal deh ya??? Bodo deh, hehehe.) Tapi beneran lho, mungkin karena saking kangennya saya dengan kakek dan nenek, sampai-sampai kebawa mimpi.

Percaya atau tidak, seringnya mimpi saya menggambarkan perasaan yang tengah saya rasakan. Kalau seharian moody karena PMS, malamnya saya bermimpi hal-hal yang aneh. Kalau lagi ada buku yang ditaksir tapi belum sempat dibeli, pasti kebawa mimpi.Β Kadang juga, saat tidur dalam keadaan yang terlalu lelah, saya bermimpi tentang hal-hal yang kurang saya pahami karena kejadian dalam mimpi terjadi secara tidak berurutan dan biasanya melompat-lompat dari satu adegan ke adegan lainnya. Sedangkan kalau saya lupa berdoa sebelum tidur, bawaannya mimpi buruk. Hehehe….

Kembali ke mimpi tentang kakek dan nenek. Seperti adegan mimpi dalam film-film yang sering kita lihat, seperti itu juga saya melihat kakek dan nenek; saya berada dalam sebuah ruangan yang sangat luas, yang dipenuhi cahaya terang benderang dan berdirilah di depan saya kakek dan nenek yang mengenakan pakain serba putih, dan mereka tersenyum.

Mimpinya hanya berlangsung cukup singkat, mungkin hanya sekitar satu menit. Setelah itu saya tertidur pulas dan tidak ada lagi lanjutan mimpinya. Meskipun mimpinya cukup singkat, tapi saya bisa melihat dengan jelas wajah kakek dan nenek saya. Kakek saya meninggal belasan tahun yang lalu, sedangkan nenek meninggal 4 tahun yang lalu. Mungkin wajah nenek masih jelas dalam ingatan saya, tetapi dengan wajah kakek, nampaknya saya hanya bisa samar-samar mengingatnya.

Yang lebih mengherankan lagi, sekitar satu atau dua hari setelah saya bermimpi tentang mereka, saya hampir saja mengalami kecelakaan. Saya ceritakan mengenai mimpi saya ke mama dan katanya itu artinya kakek dan nenek menjaga saya. Yah, percaya atau tidak, tapi itu benar-benar saya alami.

Satu kejadian lainnya yang saya alami menyangkut mimpi terjadi sekitar 6 tahun yang lalu. Waktu itu nenek masih hidup tapi sudah sakit-sakitan. Saat itu saya tinggal di Jakarta, jauh dari nenek. Dan suatu kali saya bermimpi tentang nenek. Besokannya, saya telepon ke rumah dan menceritakan mimpi saya itu ke mama. Besok lusanya, saya mendapat kabar bahwa nenek ada di rumah sakit karena terjatuh di kamar mandi.

Saya sebenarnya tidak termasuk orang yang percaya dengan hal-hal yang misterius seperti itu. Namun apa yang saya alami dengan mimpi cukup mencengangkan dan membuat saya memikirkan lagi apa yang selama ini saya percaya. Sepertinya modernisasi telah membuat saya berjalan maju terlalu cepat dan jauh sehingga melupakan mitos dan kepercayaan orang tua-tua dulu, apalagi dengan tradisi-tradisi kuno. Sementara akal sehat saya selalu menolak untuk percaya.

Tapi bagaimana pun juga, meskipun belum bisa meyakini sepenuhnya, saya mengakui bahwa hal-hal misterius seperti itu ada dan masih terus berlangsung. (Ini nih, yang namanya denial, hihi.) Yah, apapun itu, yang penting mimpi saya cukup mengobati kerinduan saya terhadap kakek dan nenek, deh.

Iklan