The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel: The Alchemyst

by Regina

Nicholas Flamel, yang lahir di Paris pada tahun 1330, dikenal sebagai Alkemis termasyhur di masanya dan dipercaya oleh para raja bahkan oleh Paus. Nicholas berusaha menciptakan ramuan untuk hidup abadi, dan mengubah logam menjadi emas murni. Sang Alkemis meninggal pada tahun 1418.

Itu faktanya…

Namun menurut legenda, Nicholas Flamel masih hidup karena dia berhasil menemukan ramuan untuk hidup abadi yang diperolehnya dari Book of Abraham the Mage (Buku Abraham Sang Magus). Dari legenda itulah yang kemudian menjadi sebuah kisah apik yang dikemas dengan penuh imajinasi oleh Michael Scott. Well, setidaknya itu yang saya rasakan ketika membaca buku ini.

The Alchemyst menjadi buku pertama dari serial kisah The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel, yang awalnya menceritakan pertemuan yang tidak disengaja antara Josh dan Sophie Newman dengan Nick Fleming, yang kemudian diketahui sebagai Nicholas Flamel yang saat itu telah berusia 600 tahun lebih. Josh dan Sophie tanpa sengaja terlibat dalam sebuah perseteruan ketika Dr. John Dee, musuh bebuyutan Flamel, merampas buku Abraham sang Magus yang telah dijaga Flamel dan istrinya, Perenelle, selama ratusan tahun.

Buku Abraham sang Magus ternyata menyimpan banyak rahasia di dalamnya, yang jika jatuh ke tangan para Dark Elder (Tetua Gelap) – ras yang hidup jauh sebelum ras humani (manusia) – maka akan membahayakan hidup seluruh umat manusia. Dee berhasil merampas buku yang telah dijaga Flamel dan istrinya seumur hidup mereka. Namun Josh berhasil mendapatkan dua lembar halaman dari buku itu, yang merupakan bagian Final Summoning – Pemanggilan terakhir, yang menjadi bagian yang sangat penting dari buku itu.

Hidup Josh dan Sophie pun seketika berubah. Tanpa mereka sadari, ternyata mereka bukanlah dua remaja kembar biasa, tapi mereka adalah dua remaja yang memiliki kekuatan yang sangat besar, yang bahkan keberadaan mereka ditulis dalam ramalan di buku tersebut. Mereka kemudian terlibat dalam sebuah petualangan bersama Nicholas Flamel, dan dibantu oleh Scathach, untuk merebut kembali buku Abraham sang Magus, sekaligus menyelamatkan Perenelle dan umat manusia seluruhnya dari kemusnahan.

Josh dan Sophie memasuki dunia yang penuh dengan sihir dan bertemu dengan orang-orang yang telah hidup sejak puluhan ribu tahun yang lalu yang mengenal tokoh-tokoh dari sejarah maupun dari legenda. Petualangannya membawa mereka bertemu dengan Hekate, sang Dewi Berwajah Tiga yang merupakan salah seorang Tetua, di Alam Bayangan, untuk Membangkitkan kekuatan yang mereka miliki, sampai kepada pertarungan ketika Dee, yang bersekutu dengan Dewi Gagak – Morrigan, dan Dewi Kucing – Bastet, menyerang Alam Bayangan dan berhasil membunuh Hekate.

Membaca buku ini membuat saya kesulitan untuk berhenti saking serunya. Imajinasi saya berhasil berkeliaran jauh ketika membayangkan keadaan Alam Bayangan, sihir-sihir yang digunakan, dan tentu saja wajah-wajah karakter dalam ceritanya. Tidak hanya itu, buku ini juga terinspirasi dari beberapa sejarah kisah nyata yang terjadi, seperti Great Fire dan Great Famine, yang oleh Michael Scott dikisahkan sebagai ulah dari salah satu tokoh ceritanya yaitu Dee. Bahkan ada banyak tokoh-tokoh sejarah dan legenda yang disebutkan dalam buku ini.

Seperti biasanya juga, saya selalu punya karakter andalan dalam setiap cerita dan untuk cerita yang satu ini, jagoan saya adalah Scathach si Petarung a.k.a Scatty, yang pernah menjadi guru dari Joan of Arc (masih ingat kan dengan film Joan of Arc yang diperankan oleh artis cantik Leelee Sobieski? ;))

Saya jadi tidak sabar untuk segera memulai membaca buku kedua-nya, yang akan membawa saya berimajinasi tentang petualangan si kembar bersama Nicholas Flamel dan Scatty dalam perjalanannya bertemu dengan Sang Penyihir.

Iklan